“I’m a person just like you, But I’ve got better things to do, Than sit around and f**k my head Hang out with the living dead, Snort white shit up my nose, Pass out at the shows, I don’t even think about speed, That’s something I just don’t need, I’ve got the straight edge”. Itu sepenggal lirik lagu yang berjudul “Straight Edge” yang di nyanyikan oleh sebuah HardCore Punk band dari Amerika bernama Minor threat.
Musik rock selalu diidentikan dengan Drugs, alkohol, sex bebas dan sejenisnya yang bersifat negatif, dan itu menjadi salah satu penilaian orang akan musik rock. Di indonesia perkembangan musik rock sangat pesat dan bisa dipilah-pilah dalam berbagai aliran. UnderGround merupakan salah satu yang membuat musik-musik tersebut berkambang dengan pesat di Indonesia. Tidak sedikit masyarkat yang menilai negatif musik-musik underground seperti punk, hardcore, metal, dan sejenisnya karena mereka selalu berfikir bahwa musik-musik tersebut identik dengan pergulan bebas seperti alkohol, narkoba, seX bebas dan lain-lain. Mungkin mereka belum pernah mendengar tentang gaya hidup straight edge yang membuat saya sendiri kagum mendengarnya. Straight itu sendiri merupakan filosofi dari pergerakan punk, sebuah reaksi dari hedonisme dan penghancuran diri sendiri yang menjadi karakteristik punk itu sendiri. Filosofi mendasarnya berpusat pada isu Sef-Control. Straight adalah counter culture yang secara aktif mencegah penggunaan narkoba,penggunaan alkohol dan seks bebas, walaupun pergerakan garis keras yang lebih dalam mereka menghidari penggunaan obat secara menyeluruh (termasuk penggunaan secara medis) dan mereka mempercayai bahwa sex tidak untuk berganti-ganti pasangan.Straight Edge adalah Lifestyle yang berpusat pada pengembangan diri menjadi lebih baik, dimana sambil meningkatkan kesenangan dan kebersamaan. Straight edge tidak hanya tentang masuk ke musik kontemporer punk dan melawan drugs, tapi masuk lebih kedalam itu. Pergerakan ini berkeinginan menjauhkan masyarakat dari kebiasaan memakai Drugs (baik legal or ilegal). Straight Edge tidak dogmatis,tidak ada peraturan keras, tapi kamu yg menentukan, semua orang ga boleh mendikte seperti polisi, atau ingin mencapai ideologi yang di inginkan seperti agama dan pemerintah. Straight edge hanyalah sebuah motivasi hidup untuk tidak merusak diri sendiri dengan mengonsumsi zat-zat/ hal-hal yang dianggap berbahaya untuk diri sendiri dan penyikapannya kembali kepada kontrol individu. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene punk/ hardcore yang sangat identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan.
Sejarah Straight Edge tumbuh besar di lingkungan musik Punk dan Hardcore. Dan musik lah yang berperanan penting dalam berkembangnya Straight Edge. Musik nya cepat, penuh kemarahan, lirik dengan pemikiran, keprihatinan dalam politik, sosial dan struktur lingkungan keluarga. Dimulai oleh band hardcore punk di awl taun 80-an, Minor Threat dengan vokalisnya Ian Mackaye. MacKaye merasa muak dengan kelakuan para rocker yang saat itu hedonis dan dekat sama drugs dan alkohol . Lalu tercetuslah ide untuk membuat sebuah gerakan yang bernama Straight Edge . Straihgt edge sendiri muncul untuk mengubah imej musik punk dan hardcore. Ian Mackaye beranggapan bahwa dia suka musik hardcore , dia suka memainkannya namun dia tidak suka dengan gaya hidup yang dijalankan Kemudian dia dan bandnya Minor threat membuat sebuah lagu berjudul Straight edge. Di era tahun 80-an dimana gigs-gigs dilakukan di baratu cafe banyak anak muda yang tidak bisa menonton karena ditakutkan dapat meminum bir, melakukan transaksi narkoba, dan sejenisnya, maka dibuatlah peraturan oleh pemilik bar, bahwa anak dibawah umur tersebut memakai tanda X agar tidak diperbolehkan membeli alkohol. Tapi belakangan Tanda “X” menjadi tanda yang dipakai semua straight edge people, dengan menaruh di tangan, baju dan lain-lainya yang menjadi tanda bahwa orang tersebut adalah seorang straight edge. Ada beberapa hal yang membuat seseorang ingin menjadi straight edge antara lain:
- Ingin mengambil kontrol hidupnya.
- Melihat bahaya Drugs,alkohol dan rokok.
- Besar di lingkungan alkoholik, dan perokok.
- Mengetahui secara baik filosofinya dan menganggap hal ini sbg jalan hidupnya.
- Hidup sehat.
Selain hal-hal di atas, sebagian dari mereka para penganut paham straight edge ada juga yang menjadi seorang vagetarian bahkan menjadi vegan karena mereka berpendapat bahwa dengan tidak mengkonsumsi daging mereka bisa lebih sehat , panjang umur dan awet muda. Ada alasan lain karena sebagian dari mereka juga menjadi pecinta binatang dan lingkungan oleh karna itu seorang stright edge biasanya vokal dengan isu-isu mengenai lingkungan.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah membaca artikelnya. Silahkan berikan komentar untuk artikel diatas